Tanaman hias langka ini mungkin belum begitu di kenal oleh khalayak umum karena memang tidak banyak pedagang tanaman hias yang berani menginvestasikan modalnya ke tanaman hias jenis ini. Selain harga nya yang mahal, tingkat pertumbuhannya pun relatif lamban dibanding kan tanaman hias lainnya.
Di negara asalnya (afrika) tanaman ini termasuk endemic, artinya dilindungi oleh pemerintah setempat sehingga diperlukan ijin CITES dari nursery setempat untuk dapat mengekspor tanaman ini keluar. Kelangkaan ini disebabkan karena banyak nya permintaan kolektor dunia yang tidak sebanding dengan kecepatan pertumbuhan budi daya tanamnnya sendiri, sehingga dari sekitar 60 an jenis encephalartos yang telah diidentifikasi, tiga diantaranya (encephalartos woodii, relictus dan brefivoliolatus)telah dinyatakan punah dari habitat.
Dengan makin langkanya tanaman ini tidaklah heran bilamana harga encephalartos ini semakin mahal, contoh nya encephalartos hirsutus yang di bandrol tidak kurang dari 5.5jt – 6jt an per cm diameter batang pohon, semakin besar diameter batang tanaman berarti semakin besar dan dalam kocek yang harus di rogoh oleh kolektor yang memburu species tersebut.
Tidak seperti tanaman hias yang mengalami trend naik turun nya harga, encephalartos tergolong stabil bahkan species tertentu terutama yang tergolong “CRITICAL ENDANGERED” cenderung naik harga dari tahun ke tahun. Beberapa kolektor encephalartos yang pernah saya temui menuai keuntungan yang menggiurkan ketika tanaman yang tadinya di beli beberapa tahun lalu dijual.
Encephalartos Latifrons misalnya yang dulu dibeli dengan harga 3.5jt dengan ukuran sekuku jari 3 tahun lalu, beberapa bulan lalu di jual ke kolektor dengan harga 25jt, suatu angka yang fantastis bukan!!!
Ini adalah suatu fakta dan akan berlangsung seiring dengan makin langka dan susahnya mendapatkan tanaman ini, sehingga beberapa pemula sekarang mulai mengumpulkan seedling (bibit tanaman) dari beberapa jenis encephalartos seperti E. Horridus, E. Lehmannii, E. Trispinonus dan beberapa species lainnya.
Sedang untuk para kolektor kelas atas, biasanya yang diburu adalah species super langka seperti E. Hirsutus, E. Latifrons, E. Dolomiticus, E. Inopinus, E. Dolomiticus dan lainnya.